YAYASAN PERTAKINA INDONESIA

BERITA

Manajemen Produksi: Membangun Proses Kerja Efisien untuk Meningkatkan Kualitas dan Kapasitas Usaha PMI

Dalam Inkubator Bisnis PMI, Manajemen Produksi merupakan materi penting yang membantu pelaku UMKM memahami cara mengatur proses kerja agar lebih efisien, konsisten, dan berstandar. Banyak usaha kecil yang berkembang tidak optimal karena proses produksi tidak terstruktur, kapasitas tidak terukur, dan kualitas produk tidak stabil. Materi ini dirancang agar peserta mampu membangun sistem produksi yang profesional, meskipun dengan skala usaha rumahan.

1. Memahami Alur Produksi

Peserta mempelajari bagaimana membuat flowchart produksi yang menjelaskan langkah demi langkah proses pembuatan produk. Tujuan utamanya adalah:

  • Memastikan proses lebih teratur.
  • Meminimalkan kesalahan dan pemborosan.
  • Memudahkan evaluasi dan perbaikan.

Flow produksi membantu pelaku usaha mengetahui di mana titik kritis yang mempengaruhi kualitas dan kecepatan kerja.

2. Standarisasi Proses dan SOP Produksi

Materi ini menekankan pentingnya Standard Operating Procedure (SOP), terutama bagi UMKM makanan, minuman, kerajinan, atau jasa. SOP mencakup:

  • Standar bahan baku
  • Takaran dan formula
  • Waktu dan suhu produksi
  • Teknik pengemasan
  • Standar kebersihan dan sanitasi

Dengan SOP yang jelas, produk akan tetap konsisten meskipun dikerjakan oleh orang berbeda.

3. Pengendalian Kualitas (Quality Control – QC)

Peserta belajar teknik dasar Quality Control untuk memastikan produk memenuhi standar yang ditetapkan. QC mencakup:

  • Pemeriksaan bahan baku sebelum digunakan
  • Pengawasan selama proses produksi
  • Pemeriksaan produk akhir
  • Identifikasi cacat dan koreksi

Materi ini mengajarkan peserta pentingnya mencatat hasil QC sebagai dasar evaluasi kualitas.

4. Perencanaan Kapasitas Produksi

UMKM perlu menentukan kapasitas produksi sesuai permintaan pasar. Peserta mempelajari:

  • Cara menghitung kapasitas produksi harian/mingguan
  • Menentukan kebutuhan tenaga kerja
  • Mengatur jadwal produksi
  • Menyesuaikan kapasitas saat permintaan meningkat

Perencanaan ini penting agar usaha tidak mengalami kekurangan stok ataupun overproduksi.

5. Manajemen Persediaan (Inventory Management)

Materi ini mengajarkan strategi mengelola bahan baku dan produk jadi agar efisien, seperti:

  • Metode FIFO (First In First Out)
  • Pencatatan stok bahan baku
  • Penentuan titik pemesanan ulang (reorder point)
  • Penyimpanan yang higienis dan aman

Manajemen stok yang baik mencegah bahan baku rusak, kadaluarsa, dan pemborosan biaya.

6. Keselamatan dan Kebersihan Kerja

Peserta juga mempelajari dasar-dasar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), sanitasi ruang produksi, dan penanganan alat berbahaya.

Melalui materi Manajemen Produksi, peserta Inkubator Bisnis PMI dibekali kemampuan mengelola proses produksi secara profesional, efisien, dan berkualitas tinggi. Dengan proses yang terstandar, usaha lebih mudah berkembang, memenuhi permintaan pasar, dan meningkatkan daya saing.

Share the Post:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Join Our Newsletter

Tentang kami

PERTAKINA (Perkumpulan Tenaga Kerja Purna & Keluarga) adalah Organisasi Non pemerintah yang berbadan hukum perkumpulan, bergerak pada sektor pemberdayaan tenaga kerja Indonesia (TKI) Purna.

Kontak Kami

Dusun Sanan
Desa Dayu rt 03/01
Kecamatan Nglegok
Kabupaten Blitar 66181

Scroll to Top