Yayasan Pertakina Indonesia Sejahtera Abadi melaksanakan pertemuan strategis bersama SMESCO Indonesia pada 24 November dalam rangka memperkuat pengembangan Inkubator Bisnis Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam membangun skema pemberdayaan ekonomi yang menyeluruh, berkelanjutan, dan terintegrasi bagi Calon PMI (CPMI), PMI Aktif, Purna PMI, serta keluarga PMI.
Dalam diskusi tersebut, dibahas konsep pembinaan yang dimulai sejak fase pra-keberangkatan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), berlanjut saat PMI bekerja di luar negeri, hingga masa kepulangan dan reintegrasi ekonomi di tanah air. Pendekatan ini menegaskan bahwa pemberdayaan PMI tidak bersifat parsial, melainkan harus dirancang sebagai satu siklus utuh yang saling terhubung.
Salah satu poin utama adalah penguatan Inkubator Bisnis PMI yang dikembangkan Pertakina bersama PUM Netherlands. Inkubator ini dirancang untuk menyediakan berbagai paket usaha, program inkubasi selama 3–6 bulan, serta bootcamp kewirausahaan yang dapat diikuti oleh PMI aktif dan keluarganya. Materi inkubasi menitikberatkan pada literasi keuangan, pembentukan mindset usaha, perencanaan bisnis, serta kesiapan memasuki pasar.
Selain pengembangan kapasitas, pertemuan ini juga membahas aspek pemasaran dan akses pasar. SMESCO membuka peluang integrasi produk UMKM binaan PMI ke dalam katalog online SMESCO, yang saat ini terus dikembangkan agar mampu menampung sistem pemesanan sesuai kebutuhan PMI. Skema pembelian dirancang fleksibel melalui tautan pemesanan, grup jejaring, dan kanal digital lainnya.
Peluang business matching dan partisipasi expo internasional di Hongkong turut menjadi topik pembahasan, termasuk dukungan promosi logistik dengan ongkos kirim yang lebih terjangkau. Hal ini membuka peluang ekspor dan perluasan pasar bagi produk-produk UMKM PMI yang memiliki potensi global.
Tidak kalah penting, dibahas pula akses produk UMKM ke jaringan ritel nasional seperti FamilyMart yang memiliki sekitar 300 titik di Indonesia, dengan rencana memasukkan produk UMKM tanpa listing fee. Selain itu, penguatan sistem distribusi, gudang (warehouse), serta pembaruan informasi lokasi dan kebutuhan produk menjadi agenda lanjutan.
Pertemuan ini menegaskan komitmen Pertakina dan SMESCO dalam membangun ekosistem kewirausahaan PMI yang inklusif, terstruktur, dan berdaya saing, sehingga PMI tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga pelaku usaha yang mandiri dan berkelanjutan.